Searching...
Wednesday, March 18, 2015

Lambang Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Lambang Universitas Tribhuwana Tunggadewi 


Bentuk lambang Universitas Tribhuwana Tunggadewi adalah bentuk lambang segi lima dengan pola daun teratai. Bagian dalam tersusun atas 17 kelopak daun teratai, dengan gambar dalam Arca Tribhuwana Tunggadewi dalam lingkaran dengan teks UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI - MALANG. 

Arca Tribhuwana Tunggadewi sebagai penjelmaan Wisnu dengan empat tangan, sebuah bentuk penjelmaan yang dalan mitologi jawa kuno dan mitologi Hindu, berarti pemeliharaan. Sepasang tangan membentuk sikap sempurna dan sepasang lagi masing-masing memegang Cakra dan Bunga Teratai. Pada arca ini digambarkan Ratu Tribhuwana Tunggadewi duduk di atas daun bunga teratai. 

Makna Lambang Universitas 


Makna lambang secara keseluruhan menggambarkan corak dan watak Universitas Tribhuwana Tunggadewi : 
  • Warna Lingkaran Kuning Emas, sebagai gambaran kepeloporan Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
  • Warna Dasar Biru, sebagai lambang ketenangan dan kedamaian yang menjadi cita-cita.
  • Cakra adalah lambang keberanian menyatakan yang benar dan sikap meratakan segala sesuatu yang kurang benar.
  • Bunga teratai adalah lambang keindahan yang muncul dari sebuah keadaan yang kurang menyenangkan.
  • Bentuk segi lima merupakan perwujudan menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara.
  • Bentuk 17 kelopak daun teratai sebagai lambang penghargaan pada nilai dan cita-cita kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
  • Figure Ratu Tribhuwana Tunggadewi yang duduk diatas daun teratai  dengan sikap sempurna, merupakan lambang dari sebuah perjuangan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dari suatu masa yang sulit, dengan pemikiran yang arif dan bijak, sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang berkarakter dan berjiwa kerakyatan. 
Dengan lambang yang ada, diharapkan civitas akademika UNITRI akan dapat menjadi pelopor, pemimpin yang tegas, berani, bijak, arif bahkan di tengah masa-masa yang sulit guna menghasilkan sebuah keharuman bagi masyarakat sekitarnya dan bumi pertiwi dan cita-cita kemerdekaannya, dalam sebuah perilaku yang bermoral Pancasia.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Back to top!